DCNews, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, mendesak 11 perusahaan gula rafinasi di Indonesia untuk segera membangun kebun tebu di wilayah timur. Langkah ini dinilai penting agar industri gula nasional tidak terus bergantung pada impor bahan baku.
“Kita sangat berharap 11 perusahaan gula rafinasi ke depan tidak lagi berbasiskan impor. Mereka harus membangun perkebunan sendiri karena itu perintah undang-undang,” ujar Nasril Bahar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut sudah menikmati keuntungan dari bisnis gula rafinasi sejak belasan tahun lalu, bahkan ada yang beroperasi sejak 2004. “Kalau ditanya modal, seharusnya cukup dari akumulasi keuntungan mereka selama ini. Persoalannya tinggal kemauan,” kata politisi PAN dari dapil Sumut III itu.
Lahan di Timur Masih Luas
Nasril menekankan, kendala lahan tidak seharusnya menjadi alasan. Jawa dan Sumatera memang hampir tidak memiliki ruang untuk perkebunan baru, tetapi wilayah timur seperti Sulawesi, NTB, hingga Papua masih terbuka luas.
“Pemerintah daerah bisa menyediakan lahan. Iklimnya pun masih mendukung. Jadi tinggal komitmen mereka saja,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar hasil tebu dari kebun di timur diolah menjadi raw sugar, lalu dikirim ke pabrik rafinasi yang banyak berada di pesisir Pulau Jawa. Dengan demikian, pabrik tetap beroperasi di lokasi strategis, tetapi bahan baku berasal dari dalam negeri.
Selaras dengan Program Pemerintah
Nasril menegaskan, pembangunan perkebunan tebu di Indonesia timur sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya target swasembada pangan. “Kalau berbasis impor, devisa kita terus keluar. Kita ingin mandiri dengan bahan baku dalam negeri,” katanya.
Komisi VI DPR RI juga berencana menggelar rapat gabungan bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan 11 perusahaan gula rafinasi. Pertemuan ini ditujukan untuk memastikan arah kebijakan sesuai dengan program swasembada gula.
Perusahaan Diminta Tinggalkan Ketergantungan Impor
Nasril mengkritik praktik lama perusahaan gula rafinasi yang lebih memilih impor ketimbang membangun kebun sendiri. Bahkan, ia menyoroti penyimpangan distribusi gula rafinasi yang kerap beredar bebas di pasar tradisional, sehingga mengganggu harga gula kristal putih yang ditujukan untuk konsumsi rumah tangga.
“Presiden Prabowo sudah memberi sinyal, silakan ke wilayah timur. Pemerintah akan membantu penyediaan lahan. Jadi tidak ada alasan lagi,” tegasnya.
Daftar 11 Perusahaan Gula Rafinasi yang Dipanggil DPR
1. PT Sugar Labinta
2. PT Andalan Manis Sejahtera
3. PT Sentra Usahatama Jaya
4. PT Angels Products
5. PT Duta Sugar Internasional
6. PT Jawamanis Rafinasi
7. PT Dharmapala Usaha Sukses
8. PT Permata Dunia Sukses Utama
9. PT Makassar Tene
10. PT Berkah Manis Makmur
11. PT Medan Sugar Industry. ***

