DCNews, Palembang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap keterkaitan erat antara maraknya kasus pinjaman online (pinjol) ilegal dan meningkatnya aktivitas judi online di Indonesia. Data terbaru Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan atau Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat 135.397 laporan penipuan pinjol ilegal dalam kurun waktu 22 November 2024 hingga 31 Mei 2025.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 47.891 rekening telah diblokir, dengan nilai dana yang berhasil diamankan mencapai Rp163 miliar. Adapun total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp2,6 triliun secara nasional.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyebut penyalahgunaan dana dari pinjol ilegal kerap berujung pada aktivitas terlarang seperti investasi bodong dan judi online.
“Judi online memang mulai menurun, tapi tetap harus diwaspadai. Pinjaman online ilegal kerap menjadi sumber dananya. Jadi tiga-tiganya harus ditangani secara bersamaan,” ujar Arifin dikutip Minggu (22/6/2025).
Ia menambahkan bahwa pemberantasan pinjol ilegal menjadi strategi utama dalam memutus rantai judi online yang semakin mengkhawatirkan.
“Sampai saat ini, pemblokiran rekening terus dilakukan OJK, sebagai upaya preventif agar tidak memperparah kerugian masyarakat,” ujar Arifin.
Palembang Tertinggi, Karyawan Swasta Paling Rentan
Berdasarkan pemetaan IASC, Palembang tercatat sebagai kota dengan kasus judi online tertinggi di Sumatera Selatan. Disusul Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Muara Enim.
Kategori pekerja yang paling banyak terdampak adalah karyawan swasta. Menurut Arifin, tingginya tekanan ekonomi, kemudahan akses pinjaman, serta iming-iming keuntungan cepat menjadi kombinasi berbahaya yang menjebak banyak warga dalam lingkaran pinjol ilegal dan judi daring.
OJK mengimbau masyarakat hanya memanfaatkan layanan pinjaman dari perusahaan fintech yang terdaftar dan berizin resmi. Selain itu, masyarakat juga diminta lebih kritis terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal dan menjauhi segala bentuk perjudian daring. ***

