DCNews, Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Kalimantan Selatan I, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan (kundapil) pada 23–27 April 2025. Selama kunjungan, ia meninjau Pasar Kertak Hanyar di Kabupaten Banjar dan berdialog langsung dengan pedagang kelapa parut yang mengeluhkan sulitnya pasokan kelapa, sehingga harga melonjak tajam.
Harga kelapa parut yang sebelumnya Rp20.000 per liter kini naik menjadi Rp32.000 hingga Rp38.000, bergantung pada kualitas dan pemasok. Kondisi ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, dengan banyak konsumen beralih ke santan kelapa instan meski kualitasnya dinilai kurang sebanding dengan santan segar.
“Saya mendengar langsung dari para pedagang bahwa pasokan kelapa sulit didapat, sehingga harga kelapa parut naik tajam. Ini tentu berdampak pada konsumen dan pedagang kecil. Kita harus mencari solusi bersama untuk mengatasi masalah ini,” ujar Habib Aboe dalam keterangan pers, Senin (28/4/2025).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Politisi Senior PKS ini juga membagikan paket sembako kepada tukang becak dan pedagang pasar.
“Saya berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita. Namun, yang lebih penting adalah bersama-sama mencari solusi jangka panjang agar kondisi ekonomi kita lebih stabil,” tambahnya.
Selain menyerap aspirasi pedagang, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) ini juga bertemu dengan komunitas Milenial Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam pertemuan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para pemuda untuk terus semangat, berinovasi, dan aktif berolahraga.
“Pemuda harus semangat, penuh inovasi, banyak berdialog, membaca buku, dan berolahraga. Jangan sampai semangat itu kendor,” pesannya.
Habib Aboe yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP PKS menegaskan, anak muda harus berperan aktif dalam membangun daerah, tidak sekadar menjadi penonton. “Mari kita buktikan bahwa politik bukan hanya urusan orang tua, anak muda juga harus aktif,” tegasnya.
Di sela kunjungan, Anggota Komisi III DPR RI ini juga bertemu dengan mitra kerja Komisi III seperti Polda Kalimantan Selatan, Kejaksaan Tinggi (Kejati), Komisi Yudisial, dan Pengadilan Tinggi Banjarmasin untuk membahas sejumlah isu hukum dan keamanan di daerah. ***

