Kang Dahlan Sebut Program Literasi Keuangan OJK Penting untuk Stabilitas Ekonomi Masa Depan

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kompleksitas ekonomi digital dan maraknya produk keuangan yang kian beragam, langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong integrasi literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dinilai sebagai strategi mendasar untuk membangun ketahanan finansial generasi muda Indonesia sejak dini.

Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai kebijakan tersebut bukan sekadar program edukasi, melainkan investasi jangka panjang bagi stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, pengenalan konsep keuangan sejak bangku sekolah akan membentuk pola pikir yang lebih rasional dalam mengelola uang di masa depan.

“Literasi keuangan itu bukan hanya soal menabung atau berhemat, tetapi bagaimana seseorang memahami risiko, peluang, dan konsekuensi dari setiap keputusan finansial. Jika ini ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal, maka kita sedang membangun generasi yang tidak mudah terjebak utang konsumtif atau investasi bodong,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu.

Ia menekankan bahwa selama ini rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu faktor utama masyarakat rentan terhadap krisis pribadi, mulai dari gagal bayar hingga salah memilih instrumen investasi. Integrasi dalam kurikulum sekolah, kata dia, akan mempersempit kesenjangan pemahaman tersebut.

Lebih jauh, Kang Dahlan melihat pendekatan berbasis pendidikan formal memberi keunggulan karena bersifat sistematis dan berkelanjutan. Berbeda dengan sosialisasi sesaat, kurikulum memungkinkan materi literasi keuangan diajarkan secara bertahap, sesuai usia dan tingkat pemahaman siswa.

“Kalau kita ingin ketahanan finansial nasional kuat, kita tidak bisa hanya mengandalkan intervensi saat krisis. Harus dimulai dari pembentukan karakter. Sekolah adalah tempat paling strategis untuk itu,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar implementasi kebijakan ini tidak berhenti pada tataran konsep. Menurutnya, kualitas tenaga pengajar dan relevansi materi menjadi kunci keberhasilan.

“Guru perlu dibekali pemahaman keuangan yang memadai, dan materi harus kontekstual dengan realitas yang dihadapi generasi muda hari ini, termasuk ekonomi digital, fintech, hingga manajemen utang,” tambahnya.

Kang Dahlan optimistis, jika dijalankan secara konsisten, kebijakan OJK tersebut dapat menciptakan generasi yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Sebelumnya, dalam Webinar bertema “From Early Education to Financial Health: Integrating Financial Literacy into Formal Education Systems”, Kepala Eksekutif Pengawas Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, pihaknya terus mendorong penguatan literasi Keuangan generasi muda melalui jalur pendidikan keuangan dalam sistem pendidikan formal, guna membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran dan ketahanan finansial sejak dini.

Menurut Dicky, pendidikan memiliki peran kunci dalam membentuk kapasitas finansial sejak usia sekolah. Integrasi materi keuangan ke dalam kurikulum dinilai sebagai fondasi penting untuk membangun keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara regulator, institusi pendidikan, pelaku industri, dan komunitas dinilai krusial untuk memastikan literasi keuangan dapat diakses secara luas dan berkelanjutan.

Di luar ruang kelas, OJK juga mendorong perluasan edukasi melalui platform digital dan kampanye nasional guna menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda yang akrab dengan teknologi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK: Literasi Keuangan Harus Masuk Kurikulum Demi Masa Depan Finansial Anak Muda

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi finansial...

Standar Kinerja Tinggi ala Prabowo: Fahri Hamzah Ungkap Tekanan Hasil Nyata di Dalam Kabinet

DCNews, Jakarta — Di balik ritme kerja pemerintahan yang...

Market Brief 18 April 2026: Emas Stabil, Minyak Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Baru Berturut-turut

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Sabtu ini...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Dua Hari Beruntun di Pegadaian, Ini Rinciannya

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui...