Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Jatuh pada 18 Maret, Pemerintah Siapkan Skema WFA dan Cuti Bersama

Date:

DCNews, Jakarta — Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, seiring dimulainya masa cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah bagi sebagian besar pekerja. Lonjakan mobilitas diperkirakan sangat tinggi pada tanggal tersebut karena jutaan masyarakat mulai melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman secara bersamaan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan pemerintah telah memetakan potensi kepadatan pergerakan masyarakat pada periode tersebut.

“Tanggal 18 Maret itu potensinya sangat tinggi,” kata Pratikno, Rabu (11/3/2026).

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan dan penumpang, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan guna memecah puncak arus mudik. Salah satunya dengan menetapkan awal masa libur Lebaran lebih awal melalui surat edaran bersama yang menetapkan Senin, 16 Maret 2026 sebagai awal periode libur.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan mekanisme work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara dan pekerja sektor swasta pada 16–17 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan membuat masyarakat memiliki fleksibilitas waktu untuk memulai perjalanan lebih awal. “Harapannya pemudik tidak menumpuk di satu waktu tertentu,” ujar Pratikno.

Pemerintah juga memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026. Untuk mengurai kepadatan pada periode tersebut, jadwal masuk sekolah ditetapkan mulai Senin, 30 Maret 2026. Selain itu, pemerintah mengimbau ASN dan pegawai swasta kembali menerapkan WFA pada 25–27 Maret 2026.

Menurut Pratikno, pemerintah juga menyiapkan sistem informasi perjalanan yang dapat membantu masyarakat menentukan waktu mudik dan arus balik yang lebih aman dan tidak terlalu padat.

Pada Lebaran tahun ini, pemerintah memperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik. Namun berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah aktual pemudik biasanya sekitar 10 persen lebih tinggi dari angka survei.

“Artinya bisa mencapai sekitar 155 juta orang yang akan bergerak. Kalau semuanya bergerak di waktu yang sama, tentu akan sangat berat,” kata Pratikno.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian RI, Dedi Prasetyo, menyebutkan wilayah asal pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat sebanyak 21 persen atau sekitar 30 juta orang, diikuti DKI Jakarta 12 persen atau sekitar 19 juta orang, serta Jawa Timur sekitar 10 persen atau 17 juta orang.

Adapun tujuan utama perjalanan mudik didominasi wilayah Jawa Tengah yang diperkirakan menerima 26 persen atau sekitar 36,7 juta pemudik. Jawa Timur diperkirakan menjadi tujuan 17 persen atau sekitar 26 juta orang, sedangkan Jawa Barat sekitar 15 persen atau 23 juta orang.

Dedi menambahkan arus balik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 25–26 Maret, sedangkan gelombang kedua diperkirakan mencapai puncaknya pada 28–29 Maret 2026. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kang Dahlan Sebut Program Literasi Keuangan OJK Penting untuk Stabilitas Ekonomi Masa Depan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kompleksitas ekonomi digital...

OJK: Literasi Keuangan Harus Masuk Kurikulum Demi Masa Depan Finansial Anak Muda

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi finansial...

Standar Kinerja Tinggi ala Prabowo: Fahri Hamzah Ungkap Tekanan Hasil Nyata di Dalam Kabinet

DCNews, Jakarta — Di balik ritme kerja pemerintahan yang...

Market Brief 18 April 2026: Emas Stabil, Minyak Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Baru Berturut-turut

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Sabtu ini...