DCNews, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya menjadikan Jakarta sebagai salah satu destinasi utama sport tourism di Asia. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai ajang olahraga massal, salah satunya Jakarta Running Festival (JRF) 2025 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Ahad (26/10/2025).
Dalam ajang yang diikuti 27.300 pelari dari 48 negara itu, Pramono tak hanya membuka acara, tetapi juga ikut berlari di kategori 10 kilometer bersama sejumlah pejabat Pemprov DKI. Ia menilai penyelenggaraan JRF kali ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal tata kelola dan partisipasi.
“Hari ini saya ikut berlari 10 kilometer, dan pelaksanaannya sangat rapi, tertata baik. Saya yakin peserta merasa puas,” ujar Pramono seusai lomba di GBK.
Menurutnya, kegiatan seperti JRF bukan hanya sekadar lomba lari, tetapi juga sarana memperkenalkan wajah baru Jakarta yang lebih sehat, tertib, dan ramah wisatawan. Ia berharap JRF dapat terus berkembang hingga sejajar dengan ajang lari internasional seperti Tokyo Marathon atau Boston Marathon.
“Saya berharap Jakarta Running Festival bisa naik kelas dan menjadi major marathon dunia. Semakin banyak peserta luar negeri yang datang, semakin besar pula dampak ekonominya bagi Jakarta,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI meniadakan sementara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan melakukan penyesuaian sejumlah rute Transjakarta. Sebagian layanan normal kembali beroperasi mulai pukul 08.30 hingga 09.30 WIB setelah lomba berakhir.
Pramono juga menyoroti kualitas udara Jakarta yang dinilai membaik. “Kebetulan hari ini indeks udara semuanya hijau, dari kemarin juga bagus terus. Peserta bisa berlari dengan nyaman di jalur yang tertutup dan tertata rapi,” ujarnya.
Dengan meningkatnya animo masyarakat dan penataan yang semakin profesional, Jakarta Running Festival 2025 disebut menjadi tonggak penting menuju visi besar Pemprov DKI: Jakarta sebagai kota sport tourism modern dan berkelanjutan. ***

