DCNews, Jakarta — Harga emas batangan produksi Aneka Tambang atau Antam terpantau stabil pada perdagangan Minggu, 15 Maret 2026. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram bertahan di level Rp2.997.000 per gram, tidak berubah dibandingkan posisi perdagangan sehari sebelumnya.
Stabilnya harga emas Antam tersebut menunjukkan pasar logam mulia domestik sedang berada pada fase konsolidasi setelah mengalami pergerakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, harga buyback—nilai yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan ke Antam—juga tidak mengalami perubahan dan berada di level Rp2.749.000 per gram.
Emas batangan produksi Antam tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Variasi ukuran ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan investasi maupun kemampuan finansial masing-masing.
Daftar harga emas Antam hari ini, Minggu (15/3/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.548.500
- 1 gram: Rp 2.997.000
- 2 gram: Rp 5.934.000
- 3 gram: Rp 8.876.000
- 5 gram: Rp 14.760.000
- 10 gram: Rp 29.465.000
- 25 gram: Rp 73.537.000
- 50 gram: Rp 146.995.000
- 100 gram: Rp 293.912.000
- 250 gram: Rp 734.515.000
- 500 gram: Rp 1.468.820.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 2.937.600.000
Dalam setiap transaksi emas batangan Antam, pemerintah mengenakan pajak sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk pembelian emas, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22 yang dapat digunakan sebagai dokumen pelaporan pajak.
Adapun untuk transaksi penjualan kembali atau buyback emas ke Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan tarif PPh sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi buyback yang diterima penjual.
Harga emas Antam yang tercantum di laman resmi Logam Mulia biasanya diperbarui setiap hari mengikuti perkembangan harga emas global dan dinamika pasar logam mulia.
Analisis Pasar: Mencerminkan Fase Menunggu Arah Pasar Global
Stabilnya harga emas Antam saat ini mencerminkan fase menunggu arah pasar global. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, termasuk ketegangan geopolitik dan pergerakan suku bunga global, emas masih dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) bagi investor. Namun, pergerakan harga dalam jangka pendek cenderung tertahan karena pelaku pasar menunggu sinyal kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia serta arah inflasi global.
Bagi investor domestik, kondisi harga yang relatif stabil sering dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi bertahap, terutama untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Jika tekanan geopolitik global meningkat atau terjadi pelemahan mata uang utama dunia, harga emas berpotensi kembali menguat dalam beberapa waktu mendatang. ***

