DCNews, Jakarta — Harga emas di platform Sahabat Pegadaian kompak mengalami penurunan pada perdagangan Kamis pagi (21/5/2026), di tengah dinamika pasar global yang masih dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat dan sikap hati-hati investor terhadap arah suku bunga bank sentral AS.
Berdasarkan pantauan pada pukul 07.10 WIB, harga emas UBS turun menjadi Rp2.797.000 per gram, emas Antam menjadi Rp2.862.000 per gram, dan Galeri24 berada di level Rp2.756.000 per gram. Penurunan terjadi dibanding perdagangan sehari sebelumnya.
Pada Rabu (20/5/2026), harga emas UBS tercatat Rp2.845.000 per gram, Antam Rp2.887.000 per gram, dan Galeri24 Rp2.782.000 per gram.
Pergerakan harga emas di Pegadaian disebut masih sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dunia serta kondisi pasar domestik.
Produk emas Galeri24 tersedia mulai ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual mulai 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam di platform Sahabat Pegadaian saat ini tersedia mulai ukuran 0,5 gram hingga 100 gram.
Di laman resmi Logam Mulia Antam, pembaruan harga biasanya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut rincian harga emas di Pegadaian:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.446.000
- 1 gram: Rp2.756.000
- 2 gram: Rp5.444.000
- 5 gram: Rp13.511.000
- 10 gram: Rp27.951.000
- 25 gram: Rp67.015.000
- 50 gram: Rp133.923.000
- 100 gram: Rp267.714.000
- 250 gram: Rp667.640.000
- 500 gram: Rp1.335.279.000
- 1.000 gram: Rp2.670.557.000
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.484.000
- 1 gram: Rp2.862.000
- 2 gram: Rp5.662.000
- 3 gram: Rp8.467.000
- 5 gram: Rp14.076.000
- 10 gram: Rp28.096.000
- 25 gram: Rp70.108.000
- 50 gram: Rp140.134.000
- 100 gram: Rp280.187.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.512.000
- 1 gram: Rp2.797.000
- 2 gram: Rp5.551.000
- 5 gram: Rp13.716.000
- 10 gram: Rp27.288.000
- 25 gram: Rp68.086.000
- 50 gram: Rp135.892.000
- 100 gram: Rp271.678.000
- 250 gram: Rp678.933.000
- 500 gram: Rp1.356.392.000
Analisis Dahlan Consultant: Harga Emas Masih Menarik untuk Jangka Panjang
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan yang akrab disapa Kang Dahlan menilai penurunan harga emas saat ini merupakan bagian dari koreksi pasar yang wajar setelah sebelumnya harga logam mulia bergerak dalam tren tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi bertahap.
“Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun masyarakat juga perlu bijak membaca momentum dan tidak membeli karena panik atau euforia pasar,” ujar Kang Dahlan.
Ia menambahkan, investor ritel sebaiknya menyesuaikan pembelian emas dengan tujuan keuangan dan kemampuan likuiditas masing-masing agar investasi tetap sehat dan berkelanjutan. ***

